Tampilkan postingan dengan label Jawaban-Nya. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Jawaban-Nya. Tampilkan semua postingan

Rabu, 28 September 2011

Mengapa punya anak tiga ?

Kuperhatikan ibu itu. Ditengah gemuruh kota Surabaya, di tengah hiruk pikuk manusia mencari makan dan berjuang hidup... ibu ini sibuk dengan 3 orang anak laki-lakinya.

"Mengapa ibu ini berani punya anak sebanyak itu? Dari pakaian mereka, pasti mereka bukan orang yang berkecukupan. Apakah ibu ini tidak kasihan kepada anak-anaknya? Mengapa dia berani menempuh resiko seperti itu TUHAN YESUS ? " tanyaku dalam hati.

"Yos, lihat apa yang dilakukan ibu itu... " Jawab TUHAN YESUS kepadaku...

Kuperhatikan mereka... aku masih tak mengerti... tetapi waktu kulihat ibu itu menciumi anak laki-lakinya yang paling kecil, yang digendongnya.... TUHAN YESUS melanjutkan ucapan-Nya "Ibu ini mencintai anak-anaknya. Dia tidak memperdulikan apakah dia bisa memelihara mereka kelak... yang terpenting, dia mencintai anak-anak itu!"

Oh, TUHAN YESUS, terima kasih untuk cinta-Mu!

Rabu, 18 Agustus 2010

Mengapa Tuhan Tidak Adil ?

Mengapa Tuhan sering dianggap tidak adil ? Temanku rajin mempersoalkan ini.

Pertanyaan : “Coba lihat, si A itu… belum bisa bekerja sudah mendapat fasilitas yang enak dari pimpinan. Sedang si B itu,
sudah ikut perusahaan ini bertahun-tahun, eh… tidak diberi fasilitas apa-apa. Mana yang katanya TUHAN itu ADIL?”

Jawabanku : “Benar juga kalau dipandang dari sisi si A atau si B tersebut. Apalagi kalau kita lihat di dunia ini : Banyak orang yang sangat kaya, tapi banyak juga yang sa-ngat miskin. Ada keluarga yang mendambakan keturunan bertahun-tahun tidak diberi oleh Tuhan, tapi ada yang hidupnya sangat sembrono, me-ngapa memiliki banyak anak? Tapi coba kita ingat, bahwa ALLAH atau TUHAN memberikan segala sesuatu dengan merata : matahari, hujan, air, oksigen, udara, kesehatan, dan sebagainya. Semua umat manusia, siapapun juga menerima hal yang SAMA. Tapi kalau “yang khusus-khusus” seperti kau sebutkan, itu adalah KEBIJAKSANAAN-NYA yang kadang kita tidak mengerti!”

Pertanyaan : “Pernah kamu merasa TUHAN tidak adil padamu Yos?”

Jawabanku : “Sering! Dulu aku pernah komplain ke pada TUHAN, mengapa aku Cuma diberi “satu mata”. Mata kananku saja yang bisa melihat. Yang sebelah kiri tidak bisa melihat. Jadi aku selama ini Cuma pakai 1 mata saja… Aku protes ke pada TUHAN!”

Pertanyaan : “Lalu, apa jawab TUHAN?”

Jawabanku : “Suatu hari, aku makan di sebuah depot. Di depanku ada seorang gadis yang juga makan. Seperti biasa, aku Cuma perhatikan saja. Nah, alangkah kagetnya aku waktu gadis itu berdiri dan berjalan ! “

Pertanyaan : “Mengapa?”

Jawabanku : “Dari cara berjalan-nya yang meraba-raba pinggir meja, dan tertatih-tatih, aku sadar bahwa GADIS ITU BUTA! Sejak hari itu aku TIDAK PERNAH MENGKOMPLAIN KE – TIDAK ADILAN – TUHAN MENURUT PANDANGANKU SAJA! “

Aku bersyukur kepada-Mu oleh karena kejadianku dahsyat dan ajaib; ajaib apa yang Kaubuat, dan jiwaku benar-benar menyadarinya. (Mazmur 139:14)

Kamis, 08 Juli 2010

Waktu Aku Menggambar Tabernakel

Sepulang dari sekolah (SMA, sekitar tahun 1983 – 1985) aku mendapat kepercayaan untuk menggambar Tabernakel dalam ukuran besar, di papan sejenis plywood warna putih buat gerejaku. Aku memang menawarkan diri untuk menggambarnya sebab yang ada di gereja di desa kami waktu itu Cuma digambar di atas papan tulis warna hitam, dengan cat putih. Lalu gambar obyek Tabernakel digambar dengan kapur putih. Gembalaku, almarhum berkata :

Kata Gembalaku : “Yos, gambarmu nanti kelak sampai ke Amerika!”

Jawabku : “Tidak mungkin, mustahil… aku khan Cuma tinggal di desa kecil seperti ini?”

Jawaban Tuhan : “Sekarang dengan teknologi INTERNET, gambarmu bukan saja sampai di Amerika, tapi bisa sampai di seluruh dunia!” Memang, aku sering menulis Firman Tuhan yang kudengar, untuk kumuat di Internet, supaya bisa dibaca (atau tulisanku dikritik) banyak orang! Dalam hitungan detik, tulisan dan gambarku bisa dilihat siapapun juga di permukaan planet Bumi ini!]

Bermazmurlah bagi TUHAN, yang bersemayam di Sion, beritakanlah perbuatan-Nya di antara bangsa-bangsa, Mazmur 9:12

Tuhan Hadir Di Kelasku

Waktu aku tidak bisa melihat tulisan di papan tulis, di kelas 2 SMP. Aku tidak bisa membaca sebab belum mampu membeli sebuah kacamata. Dan aku tidak bisa mengerjakan soal-soal di papan tulis.

Tanyaku : “TUHAN YESUS, jika Engkau ada di sini sekarang, aku yakin, Engkau akan mau membantuku untuk menuliskan soal-soal di papan tulis itu. Aku tidak butuh jawabannya. Aku tidak mau me-nyontek dan dicontekin. Aku Cuma butuh dituliskan soalnya saja.”

Jawaban Tuhan : Tuhan menggerakkan hati ibu guru untuk menanyakan mengapa aku belum mengerjakan soal ulangan di papan tulis. Setelah mengatahui masalah yang kuhadapi, ibu guru menyuruh teman sebangkuku menuliskan soal-soal buatku!

Pengalaman ini merupakan hal yang luar biasa bagiku! Walau secara ‘fisik’ Tuhan tidak menampilkan diri-Nya, aku belajar mengerti bahwa DIA bisa menggerakkan hati seseorang untuk menyatakan kehadiran-Nya!

Tetapi Aku akan hadir di tengah-tengahmu dan Aku akan menjadi Allahmu dan kamu akan menjadi umat-Ku. Imamat 26:12

Jika Musuh Menyerang Kita

Judul tersebut merupakan judul tema kotbah Gembalaku di Surabaya yang tercantum di salah satu edisi Warta Mingguan gereja kami. Ayat pokoknya adalah “Jika seterumu lapar, berilah dia makan, Jika dia haus, berilah minum…” (Roma 12:20) Ini memang mudah didengar, tapi tidak gampang dipraktekkan. Oleh kemurahan Tuhan, saya diberi kesempatan untuk mempraktekkan hal ini.

Seperti biasa, suatu hari saya berangkat ke kantor naik bis kota. Saya selalu waspada dan berhati-hati selama ini, dan puji Tuhan . . . tidak pernah kecopetan. Tapi, ternyata hari itu, saya mengalami hal yang kurang menyenangkan : Handphone saya dicopet!

Beberapa detik setelah pencopet itu berhasil mengambil HP dari saku saya, saya langsung berniat mengejarnya, dan kalau bisa menangkapnya. Mendadak detik itu juga, sesuatu menahan langkah saya mengejar pencopet (yang sudah turun dan lari dari bis kota). Ayat tadi terlintas :

Tanya Tuhan : “Yos, apakah kau tidak mau mempraktekkan firman Tuhan yang kau dengar minggu lalu?”

Jawabku : “Ya, mau sih, tapi mengapa harus sekarang? Mengapa harus kehilangan handphoneku?”

Tanya Tuhan : “Mau atau tidak, tidak masalah . . .
Tidak ada masalah…”

Jawabku : [setelah berpikir beberapa detik]. “Baiklah, aku akan melakukan firman-Mu, walau harus kehilangan hapeku… (lalu saya berdoa) TUHAN, berkatilah pencopet itu, selamatkan jiwanya, selamatkan jiwa keluarganya. Biarlah dia mengenal dan percaya kepada nama-Mu, dan diselamatkan. Berkati juga pak sopir, pak kondektur dan seluruh penumpang bis kota ini, dan jikalau mungkin . . . selamatkan jiwa mereka semua!“

Akhirnya kubiarkan pencopet itu berlalu, dan aku meneruskan perjalanan ke kantor. Setibanya di kantor, aku mendapat ‘penghakiman’ atas kecerobohanku, bahkan beberapa teman kantor langsung tahu bahwa aku “tidak berdoa” waktu berangkat ke kantor. Waktu menelepon rumah, aku juga mendapat ‘penghakiman’ dari istriku karena aku kurang hati-hati. Namun semua kuterima dengan ikhlas, sebab aku tahu bahwa semua itu kesalahanku!

Jawaban Tuhan :
Beberapa minggu kemudian, seorang anggota jemaat memberiku sebuah handphone yang ‘lebih baik’ dari yang telah dicopet di bis kota.

Janganlah membalas kejahatan dengan kejahatan;
lakukanlah apa yang baik bagi semua orang! Roma 12:17