Suatu hari, sewaktu istri saya menemukan Samuel kecil sedang memporak porandakan tepung dan macam-macam bahan masakan, istri saya marah dan menghukum Sammy.
Pertanyaan istri saya : “Mengapa kau lakukan semua ini? “ (dengan nada marah).
Jawaban Samuel kecil : “Karena aku mau bantu mami. Kulihat mami capek, aku mau bantu membuat kue… “
[Istri saya menyesal telah memarahi Samuel kecil, dan de-ngan berlinang air mata, dia memeluk Samuel kecil dan meminta maaf. . . karena telah mengukumnya!]
Hai saudara-saudara yang kukasihi, ingatlah hal ini: setiap orang hendaklah cepat untuk mendengar, tetapi lambat untuk berkata-kata, dan juga lambat untuk marah; Yakobus 1:19
Tampilkan postingan dengan label Pengampunan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pengampunan. Tampilkan semua postingan
Sabtu, 17 Juli 2010
Minta Ampun Kepada Orang Tua
Tanya seorang pemuda kepadaku, apakah perlu meminta ampun atas dosa kepada orang tua, dan kapan dilakukan?
Pertanyaan : “Kak Yos, perlukah meminta ampun dosa kepada orang tua, dan waktu yang tepat, kapan melakukannya?”
Jawabanku : “Tidak ada kriteria khusus tentang hal ini, tapi saya punya pengalaman yang indah soal pengampunan. Dulu aku pernah menyakitkan hati mamaku. Sewaktu masih SMP, aku berlatih menyanyi untuk paduan suara kaum muda. Waktu itu mamaku menyuruhku melakukan suatu pekerjaan, tapi aku menolaknya, hingga mamaku menangis… “
Pertanyaan : “Kak Yos langsung minta ampun?”
Jawabanku : “Tidak, tapi sewaktu mamaku sakit, dan menjelang kematiannya, TUHAN memberikan aku kesempatan indah. Sewaktu aku mau berangkat bekerja ke kota Surabaya, suatu malam aku sempat minta ampun kepadanya… “
Pertanyaan : “Setelah itu???”
Jawabanku : “Nah, itulah peristiwa yang tak terlupakan. Setelah aku bekerja beberapa minggu, boss-ku menyuruh aku pulang ke desa. Waktu itu aku tahu, bahwa mamaku pasti sudah meninggal. Tapi aku tidak menyesal, karena aku masih DIBERI KESEMPATAN MINTA AMPUN DOSAku sebagai anak yang tentunya menyakiti hatinya!”
Pertanyaan : “Kepada papa juga?”
Jawabanku : “Ya, beberapa tahun sebelumnya, waktu aku masih duduk di bangku SMP, papakupun juga meninggal karena penyakitnya. Tapi kurang beberapa hari, sekali lagi TUHAN memberi kesempatan padaku untuk MEMINTA AMPUN padanya. Hanya selisih beberapa hari saja! Suatu hari, setelah pulang dari gereja, Firman Tuhan membimbingku untuk meminta ampun kepada papaku. Beberapa hari kemudian, papa dipanggil Tuhan!”
…. [pemuda itu terdiam. Mungkin berpikir..]
Baiklah orang fasik meninggalkan jalannya, dan orang jahat meninggalkan rancangannya; baiklah ia kembali kepada TUHAN, maka Dia akan mengasihaninya, dan kepada Allah kita, sebab Ia memberi pengampunan dengan limpahnya. Yesaya 55:7
Pertanyaan : “Kak Yos, perlukah meminta ampun dosa kepada orang tua, dan waktu yang tepat, kapan melakukannya?”
Jawabanku : “Tidak ada kriteria khusus tentang hal ini, tapi saya punya pengalaman yang indah soal pengampunan. Dulu aku pernah menyakitkan hati mamaku. Sewaktu masih SMP, aku berlatih menyanyi untuk paduan suara kaum muda. Waktu itu mamaku menyuruhku melakukan suatu pekerjaan, tapi aku menolaknya, hingga mamaku menangis… “
Pertanyaan : “Kak Yos langsung minta ampun?”
Jawabanku : “Tidak, tapi sewaktu mamaku sakit, dan menjelang kematiannya, TUHAN memberikan aku kesempatan indah. Sewaktu aku mau berangkat bekerja ke kota Surabaya, suatu malam aku sempat minta ampun kepadanya… “
Pertanyaan : “Setelah itu???”
Jawabanku : “Nah, itulah peristiwa yang tak terlupakan. Setelah aku bekerja beberapa minggu, boss-ku menyuruh aku pulang ke desa. Waktu itu aku tahu, bahwa mamaku pasti sudah meninggal. Tapi aku tidak menyesal, karena aku masih DIBERI KESEMPATAN MINTA AMPUN DOSAku sebagai anak yang tentunya menyakiti hatinya!”
Pertanyaan : “Kepada papa juga?”
Jawabanku : “Ya, beberapa tahun sebelumnya, waktu aku masih duduk di bangku SMP, papakupun juga meninggal karena penyakitnya. Tapi kurang beberapa hari, sekali lagi TUHAN memberi kesempatan padaku untuk MEMINTA AMPUN padanya. Hanya selisih beberapa hari saja! Suatu hari, setelah pulang dari gereja, Firman Tuhan membimbingku untuk meminta ampun kepada papaku. Beberapa hari kemudian, papa dipanggil Tuhan!”
…. [pemuda itu terdiam. Mungkin berpikir..]
Baiklah orang fasik meninggalkan jalannya, dan orang jahat meninggalkan rancangannya; baiklah ia kembali kepada TUHAN, maka Dia akan mengasihaninya, dan kepada Allah kita, sebab Ia memberi pengampunan dengan limpahnya. Yesaya 55:7
Langganan:
Postingan (Atom)