Tampilkan postingan dengan label Tuhan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tuhan. Tampilkan semua postingan

Senin, 28 November 2011

Aku belum mampu

TUHAN YESUS, ampuni aku
yang belum bisa mengakui Engkau sebagai 'Gembalaku'..

hingga hidupku selalu merasa kekurangan,
padahal, jika aku mentaati firman-Mu ini :

Mazmur 23:1.” Mazmur Daud. TUHAN adalah gembalaku, takkan kekurangan aku.


Aku yakin, aku tidak akan kekurangan.

Ampuni aku TUHAN...

Rabu, 18 Agustus 2010

Melihat Tuhan

Seorang temanku bertanya, apakah aku pernah melihat TUHAN.

Pertanyaan : “Kamu pernah melihat Tuhan?”

Jawabanku : “Secara fisik memang belum. Tapi kita bisa ‘merasa’kan kehadiran-Nya bukan?”

Kata temanku : “Aku pernah melihat TUHAN!” (Dengan yakin). Kemudian dia berceritera :

Pada suatu hari, beberapa tahun yang lalu dia me-ngendarai mobilnya. Saat itu dia dalam kondisi depresi dan tertekan. Dalam ke putus asa-annya dia berpikir dan me-ngambil keputusan untuk berhenti ke gereja dan melayani Tuhan Yesus. Mendadak, dia melihat sesuatu peman-dangan yang ganjil di langit. Pada sore hari itu, segumpal awan membentuk seraut wajah. Wajah seseorang yang se-ring dilihatnya di lukisan-lukisan : wajah Tuhan Yesus. Gambar itu berbentuk siluet – tampak samping. Yang menarik, wajah Tuhan Yesus terlihat sedih, menunduk, dan meneteskan air mata!

Melihat ‘pemandangan’ khusus ini, temanku sangat me-nyesali keputusannya untuk meninggalkan ibadah dan pelayanannya bagi Tuhan!

Beberapa waktu kemudian, temanku membatalkan keputusannya. Saat ini dia masih aktif dalam pelayanannya, dan Tuhan memberkati dia luar biasa!

[Dan saya teringat sebuah lagu yang syairnya berbunyi kurang lebih begini – maaf jika salah, sudah bertahun-tahun yang lalu lagu ini kami nyanyikan :

Kau, Kau tumpuan hidupku
Gelap jalanku, Kau tangisi
Di tangan-Mu masa depanku
Tuhan Yesus janganlah menangis lagi
Tuhan Yesus, Tuhan tersenyumlah kini
Telah kuserahkan seluruh hidupku dan cintaku
Agar dapat berkenan pada-Mu!]


Berapa kali mereka memberontak terhadap Dia di padang gurun, dan menyusahkan hati-Nya di padang belantara! Mazmur 78:40

Mengapa Tuhan Tidak Adil ?

Mengapa Tuhan sering dianggap tidak adil ? Temanku rajin mempersoalkan ini.

Pertanyaan : “Coba lihat, si A itu… belum bisa bekerja sudah mendapat fasilitas yang enak dari pimpinan. Sedang si B itu,
sudah ikut perusahaan ini bertahun-tahun, eh… tidak diberi fasilitas apa-apa. Mana yang katanya TUHAN itu ADIL?”

Jawabanku : “Benar juga kalau dipandang dari sisi si A atau si B tersebut. Apalagi kalau kita lihat di dunia ini : Banyak orang yang sangat kaya, tapi banyak juga yang sa-ngat miskin. Ada keluarga yang mendambakan keturunan bertahun-tahun tidak diberi oleh Tuhan, tapi ada yang hidupnya sangat sembrono, me-ngapa memiliki banyak anak? Tapi coba kita ingat, bahwa ALLAH atau TUHAN memberikan segala sesuatu dengan merata : matahari, hujan, air, oksigen, udara, kesehatan, dan sebagainya. Semua umat manusia, siapapun juga menerima hal yang SAMA. Tapi kalau “yang khusus-khusus” seperti kau sebutkan, itu adalah KEBIJAKSANAAN-NYA yang kadang kita tidak mengerti!”

Pertanyaan : “Pernah kamu merasa TUHAN tidak adil padamu Yos?”

Jawabanku : “Sering! Dulu aku pernah komplain ke pada TUHAN, mengapa aku Cuma diberi “satu mata”. Mata kananku saja yang bisa melihat. Yang sebelah kiri tidak bisa melihat. Jadi aku selama ini Cuma pakai 1 mata saja… Aku protes ke pada TUHAN!”

Pertanyaan : “Lalu, apa jawab TUHAN?”

Jawabanku : “Suatu hari, aku makan di sebuah depot. Di depanku ada seorang gadis yang juga makan. Seperti biasa, aku Cuma perhatikan saja. Nah, alangkah kagetnya aku waktu gadis itu berdiri dan berjalan ! “

Pertanyaan : “Mengapa?”

Jawabanku : “Dari cara berjalan-nya yang meraba-raba pinggir meja, dan tertatih-tatih, aku sadar bahwa GADIS ITU BUTA! Sejak hari itu aku TIDAK PERNAH MENGKOMPLAIN KE – TIDAK ADILAN – TUHAN MENURUT PANDANGANKU SAJA! “

Aku bersyukur kepada-Mu oleh karena kejadianku dahsyat dan ajaib; ajaib apa yang Kaubuat, dan jiwaku benar-benar menyadarinya. (Mazmur 139:14)

Tuhan Itu Baik Atau Jahat?

Seorang teman di desaku dulu pernah bertanya :

Pertanyaan : “Apakah TUHAN itu baik atau Jahat ?”

Jawabanku : “Pasti TUHAN itu baik.”

Pertanyaan : “Mengapa ada NERAKA? Mengapa orang berdosa di hukum, kalau TUHAN itu baik.”

[Aku Berpikir sejenak, minta hikmat dari TUHAN].

Pertanyaanku : “Pemerintah itu baik atau jahat?”

Jawaban Temanku : “Baik. Mereka membuat jalan raya, jembatan, tempat ibadah, gedung sekolah, dan lain-lain.”

Pertanyaanku : “Mengapa ada PENJARA tempat menghukum orang-orang jahat?”

Jawaban Temanku (setelah juga berpikir sejenak) : “Benar juga… ya… jika tidak ada penjara, maka orang-orang jahat akan berkeliaran, tidak dihukum dan terus-terusan berbuat jahat…”

Jawabanku : “Itulah TUHAN yang kita bicarakan…”

Sungguh, Allah tidak berlaku curang, Yang Mahakuasa tidak membengkokkan keadilan. Ayub 34:12

Kamis, 01 Juli 2010

Aku bosan ke gereja

Hari ini seorang temanku mengeluh karena dia 'bosan' ke gereja. Aku bilang, itu karena kamu belum bertemu YESUS / TUHAN.

Jika kita bisa 'bertemu' dengan Tuhan Yesus, maka ke gereja, ke pasar, ke manapun kita pergi, tidak ada rasa-rasa 'negatif' seperti itu.

Selanjutnya dia mengeluh tentang dosa-dosa masa lalunya, dan kekecewaannya terhadap hidupnya.

"Aku merasakan hubunganku dengan Tuhan sangat buruk!"

Ya, tetapi ingatlah sobat, bahwa TUHAN itu tidak seperti yang kau kira dalam memandang dirimu, diri kita.